h1

ANALISIS KONDISI SAHAM PERUSAHAAN INDONESIA PRIMA PROPERTY Tbk PERIODE 2 JANUARI -10 SEPTEMBER 2008

September 21, 2008

A.     Analisis Pergerakan Saham

Saham merupakan suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungsi sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting perusahaannya. Pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima dividen dari perusahaan serta mempunyai kewajiban untuk menanggung resiko jika terjadi kerugian.

Harga suatu saham mencerminkan sebuah persetujuan atau konsensus, yaitu harga dimana pembeli setuju untuk membelinya dan penjual setuju untuk menjualnya. Harga dimana investor bersedia untuk membeli atau menjual tergantung pada harapannya terhadap harga saham tersebut di masa mendatang, jika investor berharap dan mempunyai keyakinan harga akan naik, maka dia akan membelinya, dan jika investor memiliki persepsi bahwa harga akan turun maka dia akan menjualnya.

Besar kecilnya nilai harga saham sebuah saham ditentukan saat perusahaan melakukan IPO (Initial Public Offering), dimana perusahaan akan melakukan penawaran saham perdananya ke pihak publik. Jika sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia, nilainya akan naik atau turun sesuai dengan mekanisme pasar, perkembangan dan kinerja perusahaan.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan saham antara lain faktor mikro dan makro. Faktor Makro adalah faktor-faktor yang mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan. Tingkat suku bunga yang tinggi, inflasi, tingkat produktivitas nasional, politik, dan sebagainya dapat berdampak pada potensi keuntungan perusahaan hingga pada akhirnya juga akan mempengaruhi harga sahamnya. Sedangkan faktor Mikro adalah faktor-faktor yang berdampak secara langsung pada perusahaan itu sendiri, misalnya perubahan manajemen, harga dan ketersediaan bahan mentah, produktivitas karyawan dan sebagainya akan mempengaruhi kinerja perusahaan.

Berdasarkan data tanggal 2 Januari – 10 September 2008, diperoleh rerata harga saham pembukaan sebesar 393.713 dan rerata harga saham penutupan yaitu sebesar 395.234. Hal ini menunjukkan bahwa harga saham PT Indonesia Prima Property cenderung stabil, meskipun mengalami kenaikan harga saham namun tidak terlalu besar. Begitu juga dilihat dari standar deviasi nya. Standar deviasi harga saham pembukaan sebesar 118,527 sedangkan standar deviasi harga saham penutupan sebesar 118,352. Hal ini tidak menunjukkan perbedaan yang terlalu besar.

Dari tabel juga dapat dilihat bahwa harga saham tertinggi terjadi pada tanggal 14 Maret 2008 sebesar Rp. 850. Sedangkan harga saham terendah terjadi pada tanggal 11 Februari sampai 15 Februari 2008 sebesar Rp. 250. Namun, pada level harga tertinggi dan harga terendah ini perusahaan tidak melakukan perdagangan saham. Jika terjadi perdagangan pun harga saham relatif stabil.

Begitu juga dengan rerata volume perdagangan. Rerata volume perdagangan harian perusahaan Indonesia Prima Property Tbk sangatlah kecil, yaitu sebesar 93,567 lembar saham. Hal ini dikarenakan kecilnya volume transaksi perdagangan di saham tersebut. Volume perdagangan harian perusahaan mencapai level tertinggi yaitu sebesar 9000.

Dari grafik juga dapat diketahui bahwa harga saham perusahaan relatif stabil. Akan tetapi, perdagangan yang terjadi sangat kecil, bahkan tidak terjadi perdagangan. Hal ini ditunjukkan dengan volume yang tercatat sejumlah nol. Sebagai contoh volume nol terjadi pada tanggal 2 Januari – 15 Januari 2008. Hal ini bisa disebabkan karena adanya masalah internal perusahaan (masalah dimana salah satu dewan komisarisnya, Artalita Suryani, terlibat kasus suap terhadap Jaksa Urip), sehingga membuat perusahaan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham untuk menentukan kebijakan apakah Artalita tetap menjadi dewan komisaris PT. Indonesia Prima Property Tbk. Hal ini menyebabkan BEI memutuskan untuk mensuspensikan (memberhentikan sementara perdagangan) saham OMRE sejak bulan April 2008, agar perusahaan fokus menghadapi masalah tersebut dan memperbaiki laporan keuangan yang ada.

Berdasarkan tabel dan grafik diatas juga terlihat bahwa pada bulan Mei harga saham cenderung fluktuatif, tanggal 5 Mei 2008 harga saham mencapai Rp 630, kemudian turun menjadi Rp 310, dan naik lagi menjadi Rp 630. Hal ini disebabkan karena kesimpang-siuran masalah hukum yang melibatkan salah satu dewan komisaris OMRE. Akan tetapi, fluktuatifnya harga saham diatas tetap tidak terjadi perdagangan saham OMRE, karena volume perdagangannya tetap sama dengan nol.

 

B.     Kesimpulan

Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun (kurang lebih 9 bulan), harga saham PT Indonesia Prima Property Tbk cenderung stabil. Namun, jarang terjadi jual beli saham.

Pada tanggal 11 Februari hingga 15 Februari 2008, harga saham perusahaan mencapai titik terendah dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun yaitu pada level Rp. 250, tetapi peristiwa ini tidak mengganggu pergerakan harga saham pada hari-hari berikutnya, karena pada hari-hari berikutnya harga saham cenderung meningkat. Harga saham perusahaan mencapai titik tertinggi pada tanggal 14 Maret 2008 yaitu pada level Rp 850. Namun, pada level tertinggi dan level terendah itupun tidak terjadi perdagangan saham. Hal ini dapat dilihat dari jumlah volume perdagangan nol.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: